| Jim Dari Cry For Help, diterjemahkan oleh SK (Bobo No.
38/XXIX)

Ayah Jim akan pindah tugas lagi. Namun kali ini kepindahannya agak berbeda. Keluarganya akan pindah ke luar negeri, yaitu Jerman. Jim sedih juga. Sebab ia terpaksa harus pindah sekolah dan meninggalkan teman-temannya lagi.
Ibu Jim ingin agar seluruh keluarga belajar bahasa Jerman sebelum mereka pindah. Itu sebabnya Ibu membuat permainan. Dapurnya akan menjadi dapur Jerman. Jadi, hanya bahasa Jerman yang dipakai di dapur. Di luar dapur, mereka boleh berbicara bahasa apa pun. Tapi, permainan ini ternyata menyusahkan Jim.
"Guten morgen!" sapa ibu Jim.
"Guten morgen, Bu."
"Mutter," Ibu mengoreksinya.
Ibu boleh dipanggil "Ibu" di ruangan lain di rumah itu. Tapi di dapur, Ibu harus dipanggil "Mutter". Jim meneguk orange juice-nya dan memakan kuenya. Ia sebenarnya ingin makan banyak. Namun tidak tahu bagaimana memintanya dalam bahasa Jerman. Ibu selalu pura-pura tidak mengerti jika Jim berbicara dalam bahasa Inggris. "Ich verstehe nicht," kata Ibu. Artinya, "Aku tak mengerti."
Jim lagi-lagi berangkat ke sekolah tanpa membawa bekal. Ia memutuskan untuk belajar beberapa kata dalam bahasa Jerman sebelum makan malam nanti. Khususnya kata-kata untuk meminta makanan penutup.
Usai sekolah, Jim pergi ke perpustakaan. Petugas perpustakaan sekolah menolongnya mencari buku pelajaran bahasa Jerman. Kini Jim tahu. "Kue" dalam bahasa Jerman adalah "kucher". Jim juga tahu, sebaiknya ia menggunakan kata "bite" . Artinya "tolong". Sebab ibunya mengharuskan ia berkata "tolong" jika meminta sesuatu dalam bahasa apapun. Jim senang kerena ia sekarang punya buku bahasa Jerman yang bagus.
Setibanya di rumah, Jim bergegas ke dapur. Ibu menyapanya dalam bahasa Jerman yang sama sekali tidak dimengertinya. Ibu biasa menanyakan bagaimana keadaan di sekolah. Jadi Jim menduga itulah pertanyaan ibunya. Jim lalu menjawab, "Gut."
Jim belajar dengan cepat. Beberapa minggu kemudian bahasa Jerman-nya sudah sangat maju. Kadang ia berbicara bahasa Jerman walau tidak berada di dapur. Sesekali ia berkata "fahrrad" yang artinya "sepeda" ketika ia bermain dengan Tony, temannya.
Suatu hari Jim mengendarai fahrrad-nya ke rumah Tony. Ketika melewati sebuah apartemen besar di sudut jalan, ia mendengar namanya dipanggil. Jim melihat Tony melambai dari depan sebuah pintu di apartemen.
"Hey, Jim, cepat ke sini! Aku rasa ada orang yang terluka."
Jim meletakkkan sepedanya tergesa dan berlari menghampiri Tony.
"Aku tadi sedang berjalan melewati pintu ini. Tiba-tiba terdengar rintihan seseorang. Aku panggil dia, tapi aku tak bisa mendengar perkataannya. Lagipula pintunya terkunci," cerita Tony. "Coba saja dengar!" sambungnya lagi.

Jim menempelkan telinganya ke pintu. Terdengar suara seorang pria, "Bitte … Ich kann mir nicht helfen … Beinbruch."
"Aku rasa kakinya patah," kata Jim. Ia berpikir sejenak, lalu berteriak, "Wir bringen hilfe."
"Apa katamu?" tanya Tony.
"Aku bilang padanya kalau kita akan bawa pertolongan," Jim menjelaskan. "Coba kita cari seseorang di apartemen ini. Mungkin kita bisa meminjam telepon untuk memanggil ambulan."
Tony dan Jim akhirnya bertemu seseorang yang mengijinkan mereka menggunakan telepon. Tony menekan nomor telepon darurat, menceritakan kepada operator apa yang terjadi, dan memberikan alamat gedung.
Ambulan tiba di tempat itu sekitar sepuluh menit kemudian. Namun mereka merasa itu lama sekali. Tim paramedis mendobrak pintu dan mulai bertanya pada pria itu. Namun, "Ich veerstehe nicht," hanya itu yang dikatakan pria itu. Tim paramedis tidak mengerti artinya.
"Mungkin saya bisa bantu. Saya bisa bahasa Jerman sedikit," ujar Jim.
"Bagus. Kelihatannya ia terjatuh. Mungkin patah tulang. Kalian berdua ikut kami ke rumah sakit, ya," kata salah satu dokter.
Jim mengatakan sesuatu pada pria itu, sehingga pria itu lebih tenang.
Setibanya di ruang gawat darurat, salah satu petugas paramedis berteimakasih atas bantuan Jim dan Tony. "Tony, kamu bisa saja pergi tanpa melakukan sesuatu. Butuh keberanian untuk menolong Mr. Schmidt. Dan Jim, kamu sangat menolong dengan mengetahui bahasa Jerman. Apa yang kamu katakan padanya?"
"Ibuku menyuruhku belajar kata-kata bahasa Jerman mengenai kedokteran. Siapa tahu aku membutuhkannya," jawab Jim. "Aku hanya bilang, 'Er ist Arzt' … Anda adalah seorang dokter."
Beberapa hari kemudian, ayah Jim pulang dan mengatakan ia punya berita buruk. "Tugasku diubah. Kita tidak jadi ke Jerman."
"Bagus!" sahut Jim.
"Jim, Ayah pikir kamu akan kecewa karena telah susah payah belajar bahasa Jerman."
"Tidak, Yah! Aku tidak ingin meninggalkan teman-temanku di sini. Tapi ide Ibu untuk belajar bahasa Jerman sangat bagus. Sekarang, mari berpura-pura pindah ke Perancis, Yah. Aku suka belajar bahasa Perancis."
Keterangan:
Guten morgen = selamat pagi
Ich kann mir nicht helfen = Aku tidak bisa menolong diriku sendiri
Beinbruch = Patah kaki
Wir bringen Hilfe = Kami akan bawa pertolongan
er ist Arzt = ia seorang dokter
gut = baik
|